Powered By Blogger

Senin, 17 Desember 2012

[Fic] My Drama's Love


My Drama’s Love
Author : by me -Akabara RedRoses-

“Maaf ya soal tadi,”
“Tak apa,” gadis itu tersenyum. Senyuman palsu.
“Aku kesana dulu ya,” pemuda itu menunjukkan jarinya kearah yang ia maksud. Namun saat ia hendak berbalik pergi sang gadis mencegahnya.
Pemuda itu menoleh dan melihat kearah sang gadis yang kini tengah menggelengkan kepalanya. Tiba-tiba sang gadis memeluk tubuh sang pemuda, membuat si pemuda kaget dan hendak melepaskan pelukannya.
“Jangan pergi,” ucap si gadis.
Pemuda itu terdiam menatap si gadis yang kini memeluknya erat. Pemuda itu pun kemudian membalas peluknya sembari mengelus kepala sang gadis lembut.
Lama mereka berpelukan, tanpa menyadari beberapa pasang mata yang menatap mereka. Salah satu diantaranya adalah tatapan mata kecemburuan.
“Sudah hug nya?” ucap si pemuda.
Si gadis pun mendongak sejenak menatap si pemuda dan kemudian melepaskan pelukannya.
“Maaf,” lirih si gadis sembari menundukkan kepalanya. Sepertinya ia malu.
“Kenapa harus minta maaf, hm?” tanya si pemuda sembari mengangkat dagu si gadis dengan telunjuk dan ibu jari tangannya.
“Mmm...” gadis itu terdiam sejenak, memutar kedua bola matanya, nampak berpikir. “Maaf karena memelukmu,”
Si pemuda terkikik geli. “Maafmu kuterima,”
“Terima kasih,” gadis itu tersenyum manis kearah si pemuda.
Pemuda itu masih dengan senyumnya menganggukkan kepalanya. “Ayo, kita kesana,”
“Mm,” gadis itu mengangguk dan mengikuti si pemuda.
Namun hanya beberapa mereka melangkah, si gadis menghentikan langkahnya. Ia menatap punggung si pemuda yang mulai jauh meninggalkannya. Si gadis tersenyum, kemudian berbalik arah menuju pintu yang lain.
Pemuda itu menyadari gadis itu tidak mengikutinya lagi. Ia pun berhenti dan berbalik arah dan ternyata benar gadis itu tidak ada dibelakangnya. Si pemuda itu memutuskan untuk mencari gadis itu pergi.
“Brige!” gadis lain yang menggunakan gaun hijau menghentikan langkahnya.
Pemuda itu –Brige, menghentikan langkahnya dan menatap kearah gadis tersebut. “Apa?”
“Aku mau bicara,”
“Sebentar,” Brige hendak melangkahkan kakinya lagi namun kembali ditahan oleh gadis tersebut.
“Aku juga sebentar,” si gadis tetap kukuh.
Brige menghela nafasnya dan berbalik kearahnya. “Apa? Cepat katakan,”
“Aku suka kamu!” ucap si gadis tegas.
Brige menatapnya sejenak. “Hanya itu?”
Nyve –nama gadis bergaun hijau– mengangguk.
“Kau sudah mengatakan itu bukan, aku sudah tau,”
Nyve kembali mengangguk. “Aku hanya ingin mengatakannya kepadamu sekali lagi,”
Brige mengernyitkan keningnya, bingung. “Sudah hanya itu? aku pergi dulu,”
Brige kembali berjalan, namun Nyve kembali menahan tangannya. “Jangan pergi,”
Brige kembali dibuat bingung. Namun ia memilih melepaskan cengkraman tangan Nyve di lengannya. “Aku tidak akan kemana-kemana, tenang saja,” ucap Brige sebelum ia pergi, dan Nyve pun hanya menatap punggung Brige yang perlahan mulai menjauh, sedih. Hatinya sakit.


Gadis lain bergaun merah sedang berdiri di atap bangunan tanpa pagar pembatas tersebut. Ia berjalan dengan hati-hati keujung. Setelah sampai di ujung ia melongokkan kepalanya ke bawah pelan-pelan. ia merinding dengan pemandangan dibawahnya. Air terjun dengan jurang yang tak kelihatan dasarnya. Benar-benar menakutkan.
“Kalau mau bunuh diri jangan disini,”
“Aah!” suara berat tersebut mengagetkannya, membuatnya menoleh kebelakang dengan memundurkan tubuhnya dengan spontan.
Gadis itu tak ingat kalau ia berdiri di ujung atap, sehingga membuat tubuhnya hilang keseimbangan saat kaki kirinya tak menginjak permukaan.
Si pemuda tersebut dengan sigap segera menggapai tangan si gadis dan menarik kearahnya. Sontak membuat mereka berpelukan sesaat.
Gadis itu tampak shock dengan kejadian yang hampir saja akan menghilangkan nyawanya barusan. Ia mengelus-elus dadanya dengan muka yang mendadak berubah pucat.
“Yang tadi itu hampir saja,” ucap si pemuda membuat sang gadis mendongakkan kepalanya cepat.
“Kau mengagetkanku!” ucap si gadis sebal.
“Salah sendiri kau berdiri di sana seperti orang mau bunuh diri saja,”
“Aku kan hanya penasaran,” si gadis masih merengut.
“Tidak ada tempat lain selain disini apa?”
Gadis itu tak menjawabnya, masih merengut sebal. “Sedang apa kau disini?”
“Gak boleh? Yauda aku kembali saja,” ucap si pemuda kemudia berbalik hendak pergi. Namun seperti dugaannya lengannya di tahan oleh si gadis.
“Aku kan hanya bertanya, tidak menyuruhmu pergi,”
“Oh,” diam sejenak. “Kenapa malah pergi kesini tidak ikut denganku tadi,”
“Aku tidak ingin, lagian aku tidak punya siapa-siapa disana,”
“Kau kan punya aku,”
“Gombalmu tidak akan mempan padaku,” gadis itu tertawa.
“Ya sudah, aku kembali,” pemuda itu berbalik arah, namun si gadis kembali menahan lengannya.
“Aku kan hanya bercanda,”
“Bercandamu jelek, ingat?”
“umm, enggak,”
“Tuh kan, pura-pura amnes!”
“Haha, ingat-ingat, gitu aja ngambek,”


Sementara itu disisi lain, di sebuah ruangan yang tampak luas terdapat ribuan kursi yang berjajar dan tertata rapi dengan berbagai orang yang menempatinya. Mereka terfokus kearah panggung yang kini tengah mementaskan sebuah drama yang diadakan pihak sekolah dalam rangka kegiatan akhir semester ganjil. Semuanya nampak menikmati acara yang disuguhkan kecuali dengan segerombol anak yang kini tengah membicarakan sesuatu yang penting. Walaupun mereka tengah sibuk dengan obrolan masing-masing, tapi mereka tetap terfokus dengan satu topik.
“Kita tidak akan ikut campur dengan masalah ini. biarkan mereka sendiri yang menyelesaikan,” ucap seorang pemuda yang mengenakan kostum prajurit.
“Tapi secara tidak langsung kita juga terseret dengan masalah mereka,”
“Kalau begitu bagaimana cara kita agar kita tidak ikut-ikutan terseret,”
“Caranya?”
“Dengan tidak peduli,”
“Tapi mereka juga teman kita,”
“Ya benar,”
“Nah itu permasalahan terbesarnya! Terserah kalian! Aku tidak akan ikut campur,” pemuda itu pergi meninggalkan perkumpulan tersebut.
“Semakin rumit,”
“Mereka sama-sama saling memperebutkan,”
“Apa laki-laki hanya ada satu didunia ini? kenapa mereka malah saling berebut seperti itu?” nada mengejek.
“Sudahlah, jangan bahas ini lagi. Ini masalah mereka, kita tidak berhak ikut campur,”
“Ya benar,”


“Nyve ada rasa denganmu kan?” tanya gadis itu lirih. Ia menundukkan kepalanya bermaksud untuk menyembunyikan raut sedihnya.
“Benarkah?” tanya Brige dengan nada tidak percaya.
“Jangan berpura-pura,” gadis itu masih menundukkan kepalanya. Tak berani menatap sang objek bicara.
“aku tidak berpura-pura, aku baru saja tahu darimu!”
“Oh ya?”
“Iya. Tuhkan moodku jadi buruk,” keluh Brige.
“Maaf,” gadis itu semakin menundukkan kepalanya. Hatinya sakit. Ia merasa dibohongi. Ia tahu kalau pemuda di sebelahnya ini berusaha menyembunyikan hal ini darinya. Tapi untuk apa?
“Kenapa harus minta maaf segala?”
Diam sejenak. “Spontanitas,” jawab gadis itu singkat.
“Spontan dalam hal maaf?”
“Kenapa? Apa itu buruk?”
“Emm, tidak juga sih,”
Hening. Mendadak obrolan mereka terhenti. Suasana pun menjadi sangat kaku diantara mereka berdua. Brige melirik kearah gadis bergaun merah itu yang nampak menggigil kedinginan. Brigepun melepas jasnya dan memakaikannya kepada gadis tersebut.
Gadis itu kaget dan menoleh kearahnya dengan spontan. “Ap—“
“Tidak masuk kedalam? Disini dingin,”
Gadis itu memandang Brige. Ada perasaan sakit saat Brige memperlakukannya seperti ini. kenapa hatinya menjadi sesakit ini? bukannya ia malah senang dengan perlakuan sang pujaan hati?
“Tidak, aku suka disini,”
“jangan bohong. Ayo!” ajak Brige. Namun si gadis malah diam menatapnya.
“Ayo!” ajak Brige lagi. Namun kali ini dengan menarik lengan gadis itu agar berdiri. Brige membawa gadis itu masuk kedalam. Mereka berjalan beriringan. Karena Brige tak mau kalau gadis itu pergi meninggalkannya lagi.
Sesampainya didalam, ada beberapa pasang mata yang menatap mereka dan salah satunya adalah tatapan kecemburuan yang sangat besar. dan gadis itu menyadarinya. Hatinya mendadak menjadi sakit melihatnya.
Ia tak ingin hal ini terjadi. Tapi di sisi lain ia sangat mengharapkan hal ini. ia juga tak mau melukai hati gadis lain karena dirinya. But she won’t get hurt anymore! Dia bingung. Dia tidak mengerti apa yang harus ia lakukan.
Haruskah ia menyerah? Haruskah ia menyerahkan pujaan hatinya kepada gadis lain? Akankah ia sanggup menerima semua yang akan terjadi nantinya? Apakah hatinya akan kuat? Ia tidak mengerti! Ia ingin Brige memberikan keputusan. Ia akan benar-benar menyerah jika Brige benar-benar memilih gadis itu. ia tidak menyesal. Ia tahu kalau Brige masih menyimpan rasa tak enak hati kepada temannya yang merupakan mantan si gadis tersebut jika Brige memilihnya ia. Ia tahu hal itu dengan benar. Dan jika itu memang alasannya. Ia akan terima. Walaupun akan sakit diakhirnya :’)




yak! dan inilah hasil dari salah satu karangan saya yang menumpuk berabad-abad dan berhasil saya selesaikan. selesai? tidak juga wkwk XDD *taboked
maaf sangat abal dan mungkin ada beberapa typos, saya males ngedit haha xD *slaped again
padahal ini besoknya saya ada lomba loh, T_T ide selalu muncul dengan tidak mengenal sikon *gelindingan
oke terimakasih untuk yang sudah membaca, sekali lagi maaf untuk keabalan saya karena saya author baru ^_^
kritik dan saran sangat di terima
please don't copas it, if you want reposh this please give my credit ^_^ thanks

[Fic] My Drama's Love

Kamis, 02 Desember 2010

nilaii skola ..

hay hay ,, kali ini kita akan membahas nilai" yg ada di skula kku ..
hmm menurut saia nilai di sma nii ntu bener" lumayan (lumayan ancur)
masak ada yg nama'a nilai 02 ??
nilai macam apa ntu ??
wow gurunya hebat" bgt ngasih nilainya ..
bener" heran deh ,, dlu mulai dari sd smpe smp ,, gag ada nilai yg di bawah 50 ..
eh ini malah SMA ,, nilai apa'an ntu ..
mungkin ini faktor guru yg agak kecepetan ato murid'a yg gag mudenkk ..
akk benerand heran dechh ..
tugas" yg nunggu di depan meja buanyak bgt .. hufttt ,, tpii knapa nilai" pas ulangan ntu jelek bgt cehh .. :'(
im so sad .. apalagi klo disuruh kelompok'an ..
pling anti kelompokkan ma anak yg maless ,, why ?? coss ,, mestii akk yg ngerjainn ..
gag bgi tugas ?? udah .. tpii mestii ajj mereka ntu molor .. bencii akk ,, mendink akk ngerjain sndiri ,, klo nunggu mereka ntu kelamaan ..
ditanyain udah apa belom ,,, alasanya segudang ,, yg ini yg itu ,, tpii akhirnya jugag belom .. akk tw kalee ..
gitu akk di bilang egois .. skarang sapa yg egois ??? udah bgi" tugas malah klian ndiri yg gag ngerjain ..
di kerjain malah di bilang egois .. haduu ,,, akk bingung ..
jdii akk pling anti kelompok'an ama anak yg males ..
karank ajj ,, tugas akk nyicill ,, :(
akk ntu pngen krja tpii yg ringan ..
klo kelompok'an ma ank yg rajin .. akk senenk ,, cus bisa di ajak kompromi ..
tpii anak rajin di kelas kku ntu terbatas bgt ..
jdii agak susah .. :(
knapa ceh ?? tpii itu semua'a pztii da jlan yg terbaik ..
jdii haruss di terima aajjaahhh .. :)
tgas nyaa segudang ,, gitu klo ulangan mestii ajj dpet jelek ,, knapa yach ???
hewhh ,, pztii pngaruh lingkungan ,,
mungkin ajj ?? ,, okk ,, friend cerita saia ttg tugas nd nilai .. sekian dulu eah ..
klo ada wktu untuk curhat ,, mrii kita curhat .. :)
hahahahhaha ,,, lets be fun ..

Rabu, 01 Desember 2010

sekola baruu .. :)


Setelah lulus dari smp ,, akhirnyo dg susah payah ,, akk mzuk di SMAN 1 Manyar .. meskipun tdak di terima di skola impian .. akk tetep bersyukur mzi bisa bersekolah ..
gambar disamping adalah gambar sekola saya ..
baguss eah ???

Ternyata progam yg dijalankan smanema ne sma kyak d'smp ,, jdii agak bosen .. hhhahahah .. :)
That's okay .. sma nya bagus nd luaaaasss bgt .. apalagi jarak antara kelasku ma kantin jauuh bgt .. jdi agak capekk ..
Itu mazi untunk klas kku ndek situ .. byangkn kelas X yg laen .. wushhh .. tamba gag njajan dong .. hahahahah .. :D
Hidup ntu harus penuh dg bersyukur ,, gag harus ngeluh teross .. yaa gag sihh .. :)
skola'a asyik loh ,, ada kesan mistic nyaa .. wahahhaha .. peraturan di smanema ketat bgtt .. walopun banyak anak yg gag stuju ,, namun ,, perlahan tpii pastii smanema ntu mendidik kita byar jdii murid yg disiplin ,, ihhh wow ..
Murid" nd guru" nya asyik semuah .. jdii have fun dehh klo plajaran .. walopun ada yg enggak ..
Ohya ,, kelasku ,, hmpir ajj luppa .. akk sekarang duduk di kelas X-11 ..
Bgi kku kelas itu luar byasa .. (luar byasa koplak maksudnya ,, hahahah )
pass pertama kali masuk ,, kukira anak"nya ntu pendiem nd rajin .. ehhhh ! ternyata samo sajoo ..
Kata papii ku ,, akk sekarang tamba cerewet .. gmana gag tamba cerewet ,, wonk ndek kelas kku klo gag cerewet ntar kalahh .. waa gag mau dong .. hahahahaha .. :D
Klas X-11 ato AMOK's ntu luar byasa kompak .. klo ada apa" ntu mereka pedulii .. seneng bgt .. tpii klo pas pelajaran ,, gag harap dehh ..
Oia ,, setiap anak nya ntu memiliiki karakter masing" ,, apalagi cara bicara .. hahahhaha .. aneh" dehh ..
Nd satuu lagi setiap anak ntu mestii ajj ada nama inisial'a ,, misallnya akk ,, akk ntu klo ndek kelas mesti dipanggil "kanjeng mamy" ato "nguuuuunnggg" ..
Hashhh ,, benci deh akk .. tpii akk tau klo mereka ntu sayang bgt ma akk .. jdii segalanya tentang akk mestii di perhatiin .. hahahahha :D
Tpii syang dlam soal pelajaran merea agak gimanaaa gitu ..
Apalagi tman sebangkuku ini ,, wuuuhh susah bgt klo ngajarii dy .. --"
Klo soal cowo mudenk tpii soal pelajaran .. gag blasss ..bkin akk naek dara ajj ..

Okk skarang bicara ttg guru ..
The teacher that teaching in my class is very kind to me and my friend .. :)
Tpii ada juga yg agak killerr .. tpii akk gag benci kok sma gurunya .. mlah akk pngen klo besok akk jdii guru .. pngenya wataknya seperti beliau ..
hahhahaha ,, :D amienn ..

okk sekian yachh cerita saya tentang khidupan diskola .. see you next time .. :)

Rabu, 10 Maret 2010

Sahabat

Sahabat yang sejati adalah ALLAH SWT.. dialah yang selalu mendengarkan curhat kita sepanjang waktu.. dan dialah yang selalu memberi jalan keluar yang terbaik pada kita....